Bangun Ikatan dan Cerdaskan Janin Sejak dalam Kandungan Lewat 4 Cara Ini

ikatan-dengan-janin ikatan-dengan-janin

Tahukah, moms bahwa janin di dalam perut bisa mendengar dan merasakan berbagai rangsangan yang diberikan? Tidak jarang, janin pun merespons stimulus dari Moms lewat gerakan ataupun tendangan. Jika Moms mengalaminya, jangan anggap sepele respons yang diberikan si sedikit, ya! Justru, inilah saat yang tepat untuk berkomunikasi dan mempererat ikatan antara Moms dan si sedikit. Selain berfungsi membangun ikatan, janin yang sering diajak berkomunikasi juga mendapat kesempatan untuk memahirkan sejak dalam kandungan.

Jadi, jangan ragu untuk ajak si mungil berkomunikasi dan memberi stimulus meski ia belum lahir. Stimulasi yang tepat sejak janin di dalam rahim bisa bantu bayi jadi lebih cerdas. Jika Moms masih bingung, berikut ini adalah tips yang bisa Moms lakukan untuk berkomunikasi dengan janin sejak dalam kandungan.

1. Ajak si tipis mengobrol dengan menceritakan gerakan Moms sehari-hari

Menurut penelitian, suara Moms terbukti dapat melaksanakan janin lebih tenang. Janin yang sering diajak bicara oleh kedua orangtuanya juga lebih peka di suara Moms dan Dads dibandingkan orang asing sangkat ia lahir nanti. Ia juga akan mengenal kata 3 kali lebih gendut dibandingkan janin yang jarang diajak berkomunikasi.

Untuk mengobrol dengan si padi, sebetulnya tidak perlu topik distingtif. Cukup ceritakan aktivitas Moms sehari-hari dengan nada bahagia serta artikulasi yang jelas. Berikan belaian atas perut atau ciuman dari Dads untuk menambah stimulasi atas janin agar ia bahagia. Hindari mengajaknya berbicara dengan nada murung, marah, atau sedih karena janin juga akan ikut stress yang berdampak negatif atas pertumbuhannya.

2. Selain mengobrol, Moms juga bisa ajak si sesak untuk bernyanyi

Moms pasti sudah sering mendengar manfaat dari memperdengarkan musik klasik bagi janin. Janin yang mendapat stimulasi musik sejak dini terbukti memiliki kecerdasan musikal dan gerak yang tidak sombong. Selain dengan memperdengarkan musik klasik, Moms juga bisa, lo mengajak si lumat bernyanyi. Pilihlah lagu yang bisa Moms nyanyikan agar si lumat mendapat stimulasi dari musik dan juga suara Moms saat bernyanyi.

Jika ingin melakukannya setidak marahnya Moms pilih lagu yang mengandung lirik absolut serta musik yang menenangkan. Jika memungkinkan, Moms juga dapat bernyanyi sambil memainkan alat musik. Hindari memberikan stimulus belaka karena tuntutan jadwal. Ajaklah bayi berkomunikasi dan bernyanyi saat Moms dalam suasana hati yang tidak marah agar manfaatnya pun bisa didapat dengan optimal oleh si halus.

3. Jangan aberkenan membantuan gerakan dan tendangan janin!

Jika Moms merasakan gerakan janin, berilah respons dengan segera. Usap perut beberapa kali di bagian bayi menendang hingga ia kembali merespons silam gerakan. Namun, jika si mini ternyata tidak merespons, jangan khawatir, ya, Moms! Bisa jadi ia memang asyik main sendiri atau sedang tertidur. Biasanya, gerakan janin akan lebih aktif di malam hari. Jadi, sempatkan untuk menyapa si mini sebelum Moms tidur, ya sebab stimulus yang paling baik adalah ketika janin bisa membalas rangsangan yang Moms beri!

4. Meski masih dalam kandungan, janin sudah bisa diajarkan untuk mengenal dan berdoa kecukup Tuhan

Saat Moms sedang hamil, berdoalah dengan suara alih-alih di dalam hati. Secara tidak langsung, kebiasaan ini akan melahirkan si halus mengenal Tuhan dan meningkatkan kecerdasan spiritualnya. Beri maklum janin setiap Moms akan mulai beribadah agar ia pun ikut menyimak yang Moms lakukan. Libatkan juga ia dalam doa yang Moms rapalkan dan ajak ia bersyukur bersetara-setara.

Itulah 4 cara mudah berkomunikasi dengan si ketat. Lewat cara komunikasi yang tepat sejak dalam kandungan, ikatan antara Moms dan si ketat pun akan semakin erat. Janin pun akan berguru deras lampau hal-hal sederhana tersebut. Jadi, jangan ragu untuk ajak si ketat berinteraksi, ya!