Sering Diminta Nasihat Cinta, Tapi Minim Pengalaman Hubungan. Hal-hal Ini Pasti Sering Kamu Rasakan

sering-diminta-nasihat-cinta-tapi-minim-pengalaman-hubungan-hal-hal-ini-pasti-sering-kamu-rasakan sering-diminta-nasihat-cinta-tapi-minim-pengalaman-hubungan-hal-hal-ini-pasti-sering-kamu-rasakan

Teman: (nangis tersedu-sedu) Gue belum bisa move on dari dia. Gue mesti gimanaaaa? Please, kasih tau gue, gue kudu gimanaaa? Biar lupa sama dia???

Kamu: Gini ya, semakin lo berusaha buat ngelupain dia, justru lo akan terus keingetan cocok dia. Jadi, biarin aja semuanya mengalir apa adanya. Saat lo keingetan dia, yaudah lo biasa aja. Itu kan cuma sesaat aja. Cari kesibukan baru dan gue yakin seiring berjalannya era, lo pasti bisa move on.

Teman: Gitu ya? ???? Iya sih lo bener.

*alahal kamu udah 5 maklumn ngga pacaran atau bahkan belum pernah pacaran sebanding sekali*

Khatam teori dan pengalaman adalah keliru satu syarat mutlak menjadi seorang penasihat. Namun, bagaimana jika kamu didaulat menjadi seorang penasihat dengan belaka bermodal teori semata? Yakni lebih tepatnya menjadi penasihat cinta dengan minim pengalaman soal hubungan. Akan ada hal yang melaksanakanmu bersyukur karena tidak mengalaminya, tapi membukan sekali kamu merasa iri. Adakalanya kamu ingin merasakan hal konyol seperti bagaimana sedihnya patah hati sampai terlukanya di-PHP-in. Nah, kali ini Hipwee mencoba membahas hal-hal yang sering dirasain kamu yang sering didaulat jadi penasihat cinta.

1. Kamu selampau handal dalam memberi petuah bijak soal percintaan cukup teman-teman yang hubungannya bermakhilaf. Ngga heran teman-teman kamu selampau minta saran

Teman 1: Gila, lo emang bijak banget ya.

Teman 2: Kita liat aja, dia bakal bijak apa engga saat punya pacar nanti.

Kamu: (cuma bisa ketawa garing).

Sudah tidak terhitung berapa berlimpah teman yang langganan mencurahkan isi hatinya padamu. Terkadang nggak peduli waktu. Dari mulai pagi, sore, bahkan larut malam saat kamu lagi ngantuk-ngantuknya. Tapi kamu nggak sempat ngeluh karena ada keseruan tersenorang saat mendengar cerita mereka.

Seorang teman cowok yang asal dengan kesedihan sehabis ditolak, kamu semangatin dengan kalimat klise mati satu tumbuh seribu. Teman lain yang galau antara menyatakan atau memendam, kamu kasih dia pilihan kemungkinannya cuma ada dua sih, diterima atau nyiapin batang tubuh untuk ditolak. Kepada teman cewek yang tengah patah hati sehabis diselingkuhin kamu kekarkan dengan kalimat seenggaknya lo beruntung dikasih ketahuan kembar Tuhan cuma 3 bulan untuk mengenal cowok macem dia. Entah itu tergolong nasihat yang ampuh atau berbuatn, mereka selalu memilih kamu untuk dijadikan teman berkonsultasi soal asmara.

2. Padahal kamu sendiri minim pengalaman soal hubungan. Bahkan nggak mengerti bagaimana rasanya diselingkuhin atau di-PHP-in

Idealnya seseorang yang dijadikan konsultan adalah mereka yang khatam soal teori dan pengalaman. Tapi bagaimana dengan kamu yang kerap dimintai nasihat soal percintaan dihal minim pengalaman. Kamu sendiri lupa kapan terakhir kali pacaran, 6, 7, atau 8 pedulin yang dahulu.

Atau bahkan ada diantara kamu yang belum suah pagendan sepadan sekali. Tentang bagaimana perihnya diselingkuhin atau nyeseknya cuma dikasih harapan tidak sah, cuma bisa kamu jangkau dengan logikamu. Nggak jarang juga kamu berusaha membayangkan perihnya luka mereka yang terperihi dengan mencoba mendengarkan lagu yang galau akut. Sebuah film pun bisa menambah teorimu soal asmara. Sedikit gendut cerita Dongeng dari novel, film, atau lagu menginspirasimu untuk menguatkan mereka.

3. Kadang kamu bingung senbatang tubuh tentang bagaimana nasihat bijak itu keluar dari mulutmu dengan lancar. Saat kamu senbatang tubuh ngga pernah merasakan

Baik kamu atau teman-temanmu serupa-serupa heran dengan nasihat bijakmu. Bagaimana bisa kamu yang minim pengalaman justru bisa menyikapi dengan bijak persoalan asmara. Ketika mereka tengah berkeluh kesah cukupmu, dengan mudahnya kamu bisa menenangkan mereka. Entah kamu dapat inspirasi dari mana petuah-petuah bijak tersebut, yang seakan mengalir Enteng dari mulutmu.

4. Bisa jadi kamu khatam soal teori percintaan karena tanpa disadari kamu adalah seorang pengamat yang detail

Karena kamu mampu mengamati persoalan dengan detail bisa jadi adalah balasan mengapa kamu mumpuni soal teori percintaan. Kamu bisa membingkai dua sisi dari setiap permaKurangan cinta yang dialami oleh teman-temanmu. Bahwa nggak selamanya putus cinta itu cuma menyisakan luka, kamu paham betul. Kamu berusaha memperlihatkan sisi Akurat dari putus cinta kepada temanmu yang baru saja diselingkuhin. Menurutmu berpisah adalah jalan terdoyan membantu dari pada terjebak dalam hubungan yang nggak waras, demi memutus mata rantai kedustaan.

5. Karena kamu cukup mampu melontarkan teman-temanmu nyaman saat bercerita, tak jarang julukan jadi pendengar tertidak sombong disematkan atasmu

Bukan sekadar juara bertutur tentang cinta, kamu juga adalah seorang pendengar cukup yang tidak emosi. Terkadang kamu sengaja membiarkan beberapa teman bercerita dengan berapi-apinya, karena kamu paham mereka cuma sekadar butuh didengarkan. Kamu juga sadar bahwa nggak semua orang butuh nasihat. Karenanya terkadang kamu sekadar menyimak dengan hati kisah cinta mereka.

6. Menjadi seorang penasihat cinta tentu ada berkenan kesalnya. Kadang kamu bersyukur tidak pernah mengalami hal-hal yang menyakitkan itu. Namun tak jarang kamu merasa iri karena cuma juara soal pengetahuan tapi minim pengalaman

Sebagai seorang yang dianggap bijak soal cinta oleh teman-temanmu, tentu ada suka dan gobar hatinya. Kamu senang bisa sedikitnya membantu menguatkan mereka yang tengah terluka. Kamu juga jadi bersyukur dengan statusmu sekarang yang minim pengalaman, karena kamu merasa belum tentu bisa sekuat mereka ketika menghadapi persoalan cinta. Namun, bukan sekali juga kamu merasa iri sekadar khatam soal pengekenalan tapi minim pengalaman. Sempat terbesit dalam benakmu tentang bagaimana ya rasa lara yang sesungguhnya saat diselingkuhin, laranya ditikung teman senawak, atau sekadar galaunya patah hati. Mungkin itu konyol, tapi setidaknya kamu sudah ingin untuk merasakannya.

Dalam dunia percintaan, seorang penasihat sekaligus pengamat seperti kamu sangat diperlukan. Karena di antara jiwa-jiwa yang terluka itu wajib ada setidaknya satu orang (beruntunglah itu kamu) yang bisa menguatkan. Walaupun mungkin kamu tetapi jago dalam teori tapi minim pengalaman cinta, nggak masalah. Kamu pun secara nggak langsung berguru dari cerita mereka, sesangkat nanti saat kamu punya hubungan, kamu bisa menyikapi permasalahan dengan bijak. ????